Saturday, February 13, 2016

CARA MEMBUAT PESTISIDA NABATI

 

TANAMAN YANG DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI PESTISIDA NABATI

Saat ini, penggunaan pestisida kimia semakin marak dikalangan petani, padahal berdampak buruk bagi kesehatan juga dapat menyebabkan punahnya populasi organisme yang menguntungkan bagi tanaman. Sebagian masyarakat yang sadar akan bahaya menggunakan pestisida kimia sudah beralih untuk menggunakan pestisida nabati, dan juga saat ini beberapa toko pertanian sudah menjual produk – produk pertanian yang ramah lingkungan, seperti pupuk organik, pestisida nabati dan lain-lain.
Pestisida nabati dibuat dengan bahan alami yang berasal dari tanaman (Baca : Pestisida nabati), sehingga lebih ramah lingkungan. Bahan yang dipakai sesuai dengan sasaran  Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
Pada kesempatan ini saya akan berbagi tentang tanaman disekitar kita yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati, cara pembuatannya dan sasaran OPT.

INSEKTISIDA

1.      Pinus

Bagian yang digunakan adalah batangnya.
Caranya: Serbuk gergaji kayu pinus dijemur sampai kering, lalu disebarkan ke lahan pertanian pada pagi hari.
Sasaran:   Untuk menghambat penetasan wereng batang cokelat.

2.      Picung

Bagian yang digunakan adalah buahnya.
Caranya:  satu buah picung dihancurkan, lalu direndam dalam satu gelas airselama satu hari satu malam. Kemudian hasil rendaman disaring, lalu larutkan kedalam 10 liter air, larutan siap semprot.
Sasaran:   walang sangit,
Kandungan dalam buah picung antara lain palmitic acid, oleic acid,dan linoleic acid.

3.      Sirsak dan Tembakau

Bagian yang digunakan adalah daunnya
Caranya :                  50 lembar daun sirsak diremas dan dicampur dengan 1 ons daun tembakau. Selanjutnya direndam dengan 1 liter air selama 24 jam. Kemudian air rendaman disaring dan ditambahkan lagi dengan 28 liter air, larutan siap semprot.
Sasaran:   Walang sangit
Daun sirsak mempunyai senyawa aktif annonain, dan daun tembakau mengandung nikotin.

4.      Gadung

Bagian yang digunakan adalah umbinya.
Caranya:  5 kg umbi gadung diparut, lalu direndam kedalam 10 liter air. Kemudian campurkan 1 liter rendaman dengan 14 liter air.
Sasaran:   Walang sangit
Kandungan bahan aktif berupa diosgenin, steroid sapolanga, dan zingibernin.

5.      Lengkuas dan Jahe

Bagian yang digunakan adalah rimpangnya.
Caranya : Rimpang ditumbuk atau diparut, lalu diperas umtuk diambil sarinya. Kemudian campurkan dengan 14 liter air, larutan siap semprot.
Sasaran :  Ulat Grayak

6.      Tembakau

Bagian yang digunakan adalah daun.
Cara 1:     9,5 kg tembakau dimasukkan kedalamkaleng, lalu diseduh dengan 4 liter air panas. Kemudian diamkan sampai dingin, lalu campuran disaring.campurkan 60 ml seduhan kedalam 14 liter air, lalu diaduk, larutan siap disemprotkan.
Sasaran:   Ulat penggulung daun
Cara 2 :    0,25 kg tembakau direbus dengan 5 liter air selama 0,5 jam, lalu ditambahkan 30 gram sabun kemudian disaring. Campurkan 1 liter seduhan dengan 4 liter air, lalu diaduk.
Sasaran :  Aphis, lindi penggerek batang,dan wereng batang cokelat.

7.      Sengon Buto

Bagian yang digunakan adalah daun.
Caranya: 5 kg daun sengon buto direndam dalam 100 liter air selama 24 jam. Selanjutnya air rendaman disaring  dan siap disemprotkan.
Sasaran :  Belalang pada daun jagung

8.      Srikaya

Bagian yang digunakan adalah bijinya.
Caranya:  20 butir biji yang tua ditumbuk dan ditepungkan, lalu campur dengan 1 liter air.
Sasaran :  wereng batang, aphis dan ulat kubis.
Kandungan annonain dan resin

9.      Tuba

Bagian yang digunakan adalah akar dan kulit kayunya.
Caranya:  1 kg akar dan kulit kayu tuba ditumbuk dan dicampur dengan air., lalu disaring. Bila akan digunakan untuk menyemprot tanaman, 6 sendok larutan dicampur dengan 3 liter air.
Sasaran:   Berbagai jenis ulat (racun kontak dan lambung)
Kandungan bahan aktif Retenon

10.  Nimba

Bagian yang digunakan adalah daun dan biji.
Caranya:  1 kg biji dan daun ditumbuk, lalu direbus dengan 5 liter air. Kemudian dinginkan semalam, lalu saring dan larutan siap disemprotkan.
Sasaran:   ulat, kutu, kumbang, dan hama penggerek.


FUNGISIDA

1.      Nimba

Bagian yang digunakan adalah daun dan biji.
Caranya:  1 kg biji dan daun ditumbuk, lalu direbus dengan 5 liter air. Kemudian dinginkan semalam, lalu saring dan larutan siap disemprotkan.
Sasaran:   Cendawan
Kandungannya adalah azadirachtin, meliantriol dan salanin.

2.      Lada

Bagian yang digunakan adalah bijinya.
Caranya :   2 sendok makan lada dicampur dengan dua ons lengkuas, lalu ditumbuk halus. Hasil tumbukan dilarutkan dalam 4 liter air matang, disimpan selama dua hari, kemudian disaring.
                  Bila akan digunakan, 100 ml larutan dicampur dengan 5 atau 6 liter air.
Sasaran :   Cendawan
Kandungannya alkaloid, methylpirrolie, pipervatine, chavincine, piperinoin, dan piperine.


BAKTERISIDA

1.      Nimba

Bagian yang digunakan adalah daun dan biji.
Caranya :  2 ons biji dan 20 lembar daun nimbi ditumbuk hingga halus, lalu dilarutkan dengan4 liter air matang, larutan disimpan selama dua hari, lalu disaring.
      Bila akan digunakan 100 ml larutan dicampur dengan 5 atau 6 liter air.
Sasaran:    Bakteri

2.      Picung

Bahan yang digunakan adalah bijinya.
Caranya :     konsentrat 30 g picung per liter air disemprotkan pada tanaman padi.
Sasaran:      penyakit Kresek pada padi
Kandungannya palmitic acid, oleic acid, dan linoleic acid



RODENTISIDA

1.        Gadung

Bagian yang digunakan adalah umbinya.
Caranya:        1 kg umbi gadung diparut, lalu dicampur dengan 10 kg dedak dan 1 ons epung ikan dan sedikit kemiri. Kemudian tambahkan sedikit air, lalu  diaduk dan dibuati umpan.
Sasaran:        Tikus
Kandungan bahan aktif berupa diosgenin, dan steroid saponin.

2.        Kacang babi

Bagian yang digunakan adalah daunnya.
Caranya:        daun kacang babi ditumbuk, lalu dicampur dengan  dedak dan tepung ikan dan sedikit kemiri. Kemudian tambahkan sedikit air, lalu  diaduk dan dibuati umpan.
Sasaran:        Tikus
Kandungan bahan aktif berupa Tephrosin, dan deguelin.


MOLUSKISIDA

1.              Pinang

Bagian yang digunakan adalah bijinya.
Caranya :      Bijinya ditumbuk, lalu sebarkan ke sawah yang berair.
Sasaran :       Siput Murbey (Keong Mas)



PEREKAT

1.              Labu siam

Bagian yang digunakan adalah buahnya.
Caranya:        buah labu siam diparut, lalu diperas dan disaring.
                      5 sendok air perasan dicampur dengan 1 liter air    

No comments:

Post a Comment